Usai Viral Dimedia Sosial, Kajati DKI Jakarta Sebut RJ di Kasus Mario Dandy Satriyo Tertutup

- Jumat, 17 Maret 2023 | 17:57 WIB
Rekonstruksi penganiaya David, Kajati DKI Jakarta tegaskan RJ tertutup dalam kasus Mario Dandy Satriyo (Kajati DKI Jakarta Mario Dandy Satriyo/dok medsos)
Rekonstruksi penganiaya David, Kajati DKI Jakarta tegaskan RJ tertutup dalam kasus Mario Dandy Satriyo (Kajati DKI Jakarta Mario Dandy Satriyo/dok medsos)

TELEGRAFNESIA.COM - Usai viral dimedia sosial hingga mengundang banyak komentar, Kajati DKI Jakarta membuat pernyataan terbaru soal rencana Restorative Justice (RJ) dalam kasus Mario Dandy Satriyo dan Shane Lukas.

Pernyataan Kepala Kajati DKI Jakarta saat berada di RS Mayapada viral di media sosial. Reda Manthovani menyampaikan akan kembali menawarkan RJ kepada keluarga korban penganiayaan Mario Dandy Satriyo.

Ucapan Kepala Kajati DKI Jakarta itu nilai tidak sesuai dengan UU dalam kasus penganiayaan berat yang dilakukan oleh Mario Dandy Satriyo.

Baca Juga: Kajati DKI Wacanakan RJ Dalam Kasus Mario Dandy Satriyo, Guntur : Siapa Yang Order?

Bahkan pengiat media sosial Guntur Romli menduga ada yang melakukan order dalam ucapan Kepala Kajati DKI Jakarta.

Beberapa jam setelah pernyataan Kepala Kajati DKI Jakarta viral. Kajati DKI melalui Kasipenkum mengeluarkan keterangan tertulis terkait upaya RJ dalam kasus Mario Dandy Satriyo.

Dalam surat itu dijelaskan upaya RJ terhadap dua tersangka Mario Dandy dan Shane Lukas sudah tertutup.

"Bagi tersangka Mario Dandy dan Shane Lukas tertutup peluang mendapatkan penghentian penuntutan melalui RJ, karena menyebabkan akibat langsung korban sampai saat ini tidak sadar atau luka berat." ucapnya.

Baca Juga: Bupati Boltim Sam Sachrul Mamonto Larang Kendaraan Perusahaan Tambang Ini Gunakan Jalan Daerah!!

Bahkan Kasipenkum menegaskan ancaman hukum terhadap kedua tersangka tersebut ada diatas ancaman hukuman maksimal.

"Ancaman hukuman lebih dari batas maksimal RJ, sehingga menjadikan penuntut umum untuk memberikan hukuman yang berat atas perbuatan yang keji itu." sambung Ade Sofyan.

Adapun RJ dapat diberikan jika terdapat pemberian maaf dari pihak korban "Restorative Justice dapat diberikan jika korban atau keluarga memberikan maaf. tapi jika tidak maka tidak ada upaya untuk RJ dalam tahap penuntutan." terangnya.

Sebelumnya Kepala Kajati DKI Jakarta menyampaikan pihak akan tetap menawarkan RJ kepada keluarga korban apakah diterima atau tidak adalah keputusan dari pihak korban.

"Proses itukan sudah pernah dilakukan tapi keluarga korban tidak memikirkan hal itu Tapi kita tetap akan menawarkan. Tapi kalau korban tidak menerima ya prosesnya tetap jalan." ucap Reda menjawab pertanyaan wartawan. (**)

Halaman:

Editor: Sucipto Lantapon

Tags

Terkini

X